1.
Sebuah
perusahaan menggunakan modal dan tenaga kerja sebagai masukan (input) serta
menjual 5.000 unit keluaran (output)
pertahun pada harga pasar senilai $10. Jika total biaya tenaga kerja untuk
perusahaan tersebut adalah $45.000 per tahun dan total persediaan modal
perusahaan bernilai $ 100.000, dimana tingkat pengembalian yang tersedia untuk
para investor dengan resiko yang sebanding adalah 10% pertahunnya dan
diasumsikan tidak ada penyusutan, menguntungkankah perusahaan tersebut,
jelaskan.
Jawab:
|
Diketahui: |
Gaji pekerja per tahun = $45.000 |
|
Q = 5000 unit/pertahun P = $10 |
Persediaan modal = $ 100.000 |
|
|
Pengembalian untuk investor = 10% x $ 100.000 |
|
TR = Px Q |
= $10.000 |
|
TR= 10 x 5000 |
|
|
TR = $50.000 |
|
|
Laba perusahaan |
= TR – Gaji pekerja – Pengembalian untuk investor |
|
|
= $50.000 - $45.000 -
$10.000 |
|
|
= -$5.000(perusahaan
rugi sebesar $5.000) |
|
|
à bukan perusahaan yang
menguntungkan |
Melalui perhitungan total pendapatan(TR) dan seluruh biaya produksi beserta
pengembalian dana pada investor(dividen) per tahun, maka didapatkan bahwa
perusahaan mengalami kerugian sebesar $5.000, dikarenakan jumlah pengeluaran
lebih besar daripada total pendapatan.
2.
Lengkapilah
tabel berikut
|
Jumlah pekerja
/minggu (x) |
Jumlah output/minggu
(y) |
Produk marginal
(MPP) MPP = ∆y/∆x |
Rata-rata produk per
pekerja(APP) APP = y/x |
Ep
(Elastisitas produksi) Ep = MPP /
APP |
Tahap
produksi |
|
0 |
0 |
- |
- |
- |
- |
|
1 |
8 |
8 |
8 |
1 |
Tahap 1 Increasing rate |
|
2 |
20 |
12 |
10 |
1,2 |
|
|
3 |
35 |
15 |
11,6 |
1,3 |
|
|
4 |
45 |
10 |
11,25 |
0,89 |
Tahap 2 Decreasing rate |
|
5 |
52 |
7 |
10,4 |
0,67 |
|
|
6 |
57 |
5 |
9,5 |
0,52 |
|
|
7 |
60 |
3 |
8,57 |
0,35 |
Dari tabel diatas, tedapat hubungan antara jumlah
produksi , pertambahan faktor produksi(pekerja), MPP, APP dan Ep, yaitu :
1.
Ketika Ep > 1 berarti peningkatan jumlah faktor
produksi sebesar 1% akan mengakibatkan peningkatan produksi lebih besar dari
1%. Terjadi bila jumlah output menaik pada tahapan increasing rate dan
APP juga menaik di Tahap I (Increasing rate). Pada tahap ini, produsen memperoleh pertambahan
jumlah output yang disebabkan oleh pertambahan jumlah pekerja. Contoh apabila
Ep = 1,2 berarti peningkatan faktor produksi pekerja sebesar 1% mengakibatkan
peningkatan produksi sebesar 1,2%.
2.
Ketika
1<Ep<0 berarti penambahan pekerja tidak diimbangi secara proporsional
terhadap tambahan output yang dihasilkan. Contoh pada Ep= 0,52 berarti peningkatan faktor produksi sebesar 1% akan mengakibatkan
peningkatan produksi sebesar 0,52%.
Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa penambahan faktor produksi akan mengakibatkan pertambahan jumlah output hingga pada tingkat maksimum faktor produksi tertentu. Dan apabila faktor produksi telah mencapai batas maksimum namun tetap ditambahkan maka hasil output secara marginal mengalami penurunan dari produksi sebelumnya (dengan jumlah faktor produksi yang lebih kecil).
a.
Pada
tingkat pekerja manakah yang masih meningkatkan jumlah output ? pada tingkat pekerja manakah hasil yang
menurun?
Peningkatan output terjadi pada saat tingkat pekerja berjumlah 2-3 orang perminggu. Puncak produktivitas tertinggi pada saat pekerja berjumlah 3 dengan elastisitas sebesar 1,3%. Sementara output produksi mulai menurun pada tingkat jumlah pekerja dari 4 hingga 7. Peningkatan sejumlah faktor produksi pekerja tidak diimbangi secara proporsional oleh peningkatan produksi yang diperoleh maka produksi total tetap menaik pada tahapan decreasing rate.
b.
Pada input
tenaga kerja manakah produk marginal lebih besar ketimbang rata-rata produknya?
Dan pada input tenaga kerja manakah produk marginal lebih kecil ketimbang
rata-rata produknya?
Produk marginal lebih besar ketimbang rata-rata produknya ketika input tenaga kerja pada jumlah 1, 2, dan 3. Sementara produk marginal lebih kecil ketimbang rata-rata produknya ketika input tenaga kerja pada jumlah 4-7.
3.
Dua alumni
FE UM bekerja pada sebuah bank dengan gaji masing-masing $ 60.000 untuk dua tahun
setelah mereka diwisuda. Bersama-sama mereka dapat menghemat $50.000. Setelah 2
tahun, mereka memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan memulai bisnis
desain web. Mereka menggunakan tabungan $50.000 untuk membeli perangkat
computer, meja dan kursi. Untuk 2 tahun ke depan mereka mengambil $40.000 dari
pendapatan setiap tahun dan membayar diri mereka sendiri sebesar $10.000 per
orang tiap tahun dan menyewa kantor dengan harga tahunan $ 18.000. Sebelum
menanamkan modalnya, dana $50.000 tersebut dalam bentuk obligasi dengan
pendapatan bunga pada tingkat 10% pertahun. Apakah sekarang mereka mendapatkan
laba dari usaha mereka, baik laba akuntansi maupun laba ekonomi? Jelaskan
jawaban saudara!
Jawab :
|
Biaya peluang untuk waktu satu orang per tahun =$ 60.000
/2 = $ 30.000 |
|
Biaya peluang modal dalam obligasi = 10% x $ 50.000 = $ 5.000 |
|
Total biaya peluang mereka = $60.000 + $ 5.000 = $ 65.000 |
|
Pendapatan = $
40.000 |
Gaji = $ 20.000 |
|
Sewa kantor = $
18.000 |
Peralatan kantor =
$ 50.000 |
|
Laba akuntansi |
= Pendapatan – biaya eksplisit |
Biaya eksplisit mengacu pada biaya yang dikeluarkan |
|
(perusahaan) |
= $ 40.000 - $ 18.000 - $ 20.000 |
bisnis saat menjalankan operasinya, seperti biaya |
|
|
= $ 2.000 |
Bahan baku,sewa, gaji karyawan dan
bahkan upah. |
|
Biaya
implisit hanyalah biaya peluang karena tidak mengejar sesuatu. Biaya
implisit adalah bahwa biaya tersebut seringkali sulit untuk dihitung, tidak
dihitung dalam laporan keuangan perusahaan, dan umumnya tidak
berwujud. Contoh tipikal lainnya dari biaya implisit adalah waktu dan sumber
daya yang diinvestasikan dalam pelatihan karyawan, penyusutan peralatan,
dll. Maka : Laba ekonomi = Laba bersih – biaya implisit (biaya
peluang) = $ 2.000 - $
65.000 = -$ 63.000(rugi
ekonomi) Jadi, ketika mereka berdua memilih untuk mendirikan
bisnis desain web maka sebenarnya mereka mengalami kerugian ekonomi sebesar $
63.000 jika dibandingkan ketika mereka berdua bekerja di bank. Hal ini
dikarenakan pendapatan yang mereka peroleh dari berbisnis lebih kecil dari
pada saat mereka bekerja dibank. |
No comments
Post a Comment