Perhitungan PPh Berdasar Tarif Baru Menurut Lapisan Pasal 17 UU HPP Th 2021

Soal 1 : PPH 21 Pegawai Tetap-Bulanan

Bambang adalah karyawan tetap PT. Nusantara, status belum menikah memperoleh gaji sebulan Rp. 6.000.000,-. Selain itu, Bambang memperoleh 2 kaleng susu bubuk dengan harga pasar per kaleng Rp. 54.000,- dan kendaraan dinas setara dengan Rp. 1.500.000,- sebulan. PT. Nusantara mengikuti program Jamsostek, Premi Asuransi Kecelakaan Kerja serta Premi Asuransi Kematian yang ditanggung oleh pemberi kerja setiap bulan masing-masing Rp. 30.000,- dan Rp. 15.000,- sedangkan yang ditanggung oleh Bambang setiap bulan masing-masing Rp. 30.000,- dan Rp. 15.000,- . Disamping itu pemberi kerja juga menanggung iuran pensiun yang dibayarkan kepada Yayasan Dana Pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan dan iuran THT masing-masing sebesar Rp. 45.000,- dan Rp. 45.000,- sedangkan yang ditanggung oleh Bambang masing-masing sebesar Rp. 45.000,- dan Rp. 30.000,-. Diminta : Hitunglah PPh 21 yang terhutang dalam sebulan.

Jawab :

Gaji perbulan

 

Rp. 6.000.000

Tunjangan penambah:

 

 

2 kaleng susu(2 x Rp.54.000)

 

Rp.    108.000

Kendaraan dinas

 

Rp. 1.500.000

Premi Asuransi Kecelakaan Kerja

 

Rp.      30.000

Premi Asuransi Kematian

 

Rp.      15.000

Iuran pensiun

 

Rp.     45.000

Iuran THT

 

Rp.     45.000

    Penghasilan bruto per bulan:

 

Rp. 7.743.000

 

 

 

Pengurangan:

 

 

a.      Biaya Jabatan

 

 

5%xRp. 7.743.000

Rp.    387.150

 

b.     Iuran pensiun

Rp.      45.000

 

c.      Iuran THT

Rp.      30.000

 

 

 

Rp.    462.150

   Penghasilan neto per bulan:

 

Rp. 7.280.850

   Penghasilan neto setahun:

 

 

   12 x Rp. 7.280.850

 

Rp. 87.370.200

 

 

 

PTKP:

 

 

a.      Untuk WP sendiri

Rp. 54.000.000

 

 

 

Rp. 54.000.000

Penghasilan Kena Pajak :

 

Rp. 33.370.200

 

 

 

PPH Pasal 21 setahun :

 

 

5% x Rp. 33.370.200 =

Rp. 1.668.510

 

 

 

 

PPH Pasal 21 per bulan:

 

 

Rp. 1.668.510 : 12 =

Rp.    136.792,5

 

 

 

SOAL 2 (PPH 21 PEGAWAI TETAP- BULANAN)

Husein (K/ 2) adalah karyawan tetap PT. MERDEKA yang menerima gaji Rp. 6.000.000,- sebulan; Tunjangan keluarga Rp. 600.000,-; dan beras 25 Kg dengan harga pasar Rp. 12.000,- dan sabun senilai Rp. 150.000,-. Selain itu Husein adalah salah seorang pengelola proyek program UNICEF sehingga atas jasanya Husein diberikan imbalan setiap bulannya berupa susu 4 kaleng senilai Rp. 800.000,- dan beras senilai Rp. 1.050.000,-. Selain itu, Husein juga membayarkan iuran pensiun sebesar Rp. 150.000,-. Diminta : Hitunglah Pph Pasal 21 terhadap Husein !

Jawab :

Gaji perbulan

 

Rp. 6.000.000

Tunjangan penambah:

 

 

Tunjangan keluarga

 

Rp.    600.000

Beras 25 kg(Rp.12.000/kg)

 

Rp.    300.000

Sabun

 

Rp.    150.000

4 susu kaleng

 

Rp.    800.000

Beras

 

Rp. 1.050.000

    Penghasilan bruto per bulan:

 

Rp. 8.900.000

 

 

 

Pengurangan:

 

 

a.      Biaya Jabatan

 

 

5%xRp 8.900.000

Rp.    445.000

 

b.     Iuran pensiun

Rp.    150.000

 

 

 

Rp.    595.000

   Penghasilan neto per bulan:

 

Rp. 8.305.000

   Penghasilan neto setahun:

 

 

   12 x Rp. 8.305.000

 

Rp. 99.660.000

 

 

 

PTKP:

 

 

a.      Untuk WP sendiri

Rp. 54.000.000

 

b.     Tambahan karena menikah

Rp.   4.500.000

 

c.      Tambahan untuk 2 anak

Rp.   9.000.000

 

 

 

Rp. 67.500.000

Penghasilan Kena Pajak :

 

Rp. 32.160.000

 

 

 

PPH Pasal 21 setahun :

 

 

5% x Rp. 32.160.000 =

Rp. 1.608.000

 

 

 

 

PPH Pasal 21 per bulan:

 

 

Rp. 1.608.000 : 12 =

Rp.    134.000

 

 


SOAL 3 (PPH 21 PEGAWAI TETAP- BULANAN)

 Tn. Bisma (TK/ -) adalah karyawan PT. PERTIWI yang mulai bekerja tgl. 1 Agustus 2021. Pembayaran PT. PERTIWI kepada Tn. Bisma baru dilakukan dalam bulan Oktober sbb: Gaji Rp. 8.000.000,- Tunjangan transport 1.200.000,- Premi asuransi kecelakaan 80.000,- Premi asuransi kematian 48.000,- Iuran THT 320.000,- Iuran pensiun 400.000,- Tn. Bisma membayar tanggungan sendiri atas: Iuran THT Rp. 160.000,- Iuran pensiun 200.000,- Diminta: Hitunglah PPh pasal 21 yang harus dipotong.

Jawab :

Gaji perbulan

 

Rp. 8.000.000

 

Tunjangan penambah:

 

 

Tunjangan transport

 

Rp. 1.200.000

Premi Asuransi Kecelakaan

 

Rp.      80.000

Premi Asuransi Kematian

 

Rp.      48.000

    Penghasilan bruto per bulan:

 

Rp. 9.328.000

 

 

 

Pengurangan:

 

 

a.      Biaya Jabatan

 

 

5%xRp 9.328.000

Rp.      466.400

 

b.     Iuran pensiun

Rp.      200.000

 

c.      Iuran  THT

Rp.      160.000

 

 

 

Rp.    826.400

   Penghasilan neto per bulan:

 

Rp. 8.501.600

Penghasilan neto selama 3 bulan

(Oktober-Desember):

 

   3 x Rp. 8.501.600

Rp. 25.504.800

 

Penghasilan neto disetahunkan:

 

 

12/3 x Rp 25.504.800

 

Rp. 102.019.200

 

 

 

PTKP:

 

 

a.      Untuk WP sendiri

Rp. 54.000.000

 

 

 

Rp. 54.000.000

Penghasilan Kena Pajak disetahunkan :

 

Rp. 48.019.200

 

 

 

PPh 21 setahun :

 

 

5% x Rp. 48.019.200 =

Rp. 2.400.960

 

 

 

 

PPh 21 terutang tahun 2021 =

 

 

3/12 x Rp. 2.400.960=

Rp. 600.240

 

 

 

 

Pph 21 sebulan :

 

 

Rp. 600.240 : 1/3 =

Rp. 200.080

 

 

 

 

Soal 1 : PPH 21 Pegawai Tetap-Bulanan

Bambang adalah karyawan tetap PT. Nusantara, status belum menikah memperoleh gaji sebulan Rp. 6.000.000,-. Selain itu, Bambang memperoleh 2 kaleng susu bubuk dengan harga pasar per kaleng Rp. 54.000,- dan kendaraan dinas setara dengan Rp. 1.500.000,- sebulan. PT. Nusantara mengikuti program Jamsostek, Premi Asuransi Kecelakaan Kerja serta Premi Asuransi Kematian yang ditanggung oleh pemberi kerja setiap bulan masing-masing Rp. 30.000,- dan Rp. 15.000,- sedangkan yang ditanggung oleh Bambang setiap bulan masing-masing Rp. 30.000,- dan Rp. 15.000,- . Disamping itu pemberi kerja juga menanggung iuran pensiun yang dibayarkan kepada Yayasan Dana Pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan dan iuran THT masing-masing sebesar Rp. 45.000,- dan Rp. 45.000,- sedangkan yang ditanggung oleh Bambang masing-masing sebesar Rp. 45.000,- dan Rp. 30.000,-. Diminta : Hitunglah PPh 21 yang terhutang dalam sebulan.

Jawab :

Gaji perbulan

 

Rp. 6.000.000

Tunjangan penambah:

 

 

2 kaleng susu(2 x Rp.54.000)

 

Rp.    108.000

Kendaraan dinas

 

Rp. 1.500.000

Premi Asuransi Kecelakaan Kerja

 

Rp.      30.000

Premi Asuransi Kematian

 

Rp.      15.000

Iuran pensiun

 

Rp.     45.000

Iuran THT

 

Rp.     45.000

    Penghasilan bruto per bulan:

 

Rp. 7.743.000

 

 

 

Pengurangan:

 

 

a.      Biaya Jabatan

 

 

5%xRp. 7.743.000

Rp.    387.150

 

b.     Iuran pensiun

Rp.      45.000

 

c.      Iuran THT

Rp.      30.000

 

 

 

Rp.    462.150

   Penghasilan neto per bulan:

 

Rp. 7.280.850

   Penghasilan neto setahun:

 

 

   12 x Rp. 7.280.850

 

Rp. 87.370.200

 

 

 

PTKP:

 

 

a.      Untuk WP sendiri

Rp. 54.000.000

 

 

 

Rp. 54.000.000

Penghasilan Kena Pajak :

 

Rp. 33.370.200

 

 

 

PPH Pasal 21 setahun :

 

 

5% x Rp. 33.370.200 =

Rp. 1.668.510

 

 

 

 

PPH Pasal 21 per bulan:

 

 

Rp. 1.668.510 : 12 =

Rp.    136.792,5

 

 

 

SOAL 2 (PPH 21 PEGAWAI TETAP- BULANAN)

Husein (K/ 2) adalah karyawan tetap PT. MERDEKA yang menerima gaji Rp. 6.000.000,- sebulan; Tunjangan keluarga Rp. 600.000,-; dan beras 25 Kg dengan harga pasar Rp. 12.000,- dan sabun senilai Rp. 150.000,-. Selain itu Husein adalah salah seorang pengelola proyek program UNICEF sehingga atas jasanya Husein diberikan imbalan setiap bulannya berupa susu 4 kaleng senilai Rp. 800.000,- dan beras senilai Rp. 1.050.000,-. Selain itu, Husein juga membayarkan iuran pensiun sebesar Rp. 150.000,-. Diminta : Hitunglah Pph Pasal 21 terhadap Husein !

Jawab :

Gaji perbulan

 

Rp. 6.000.000

Tunjangan penambah:

 

 

Tunjangan keluarga

 

Rp.    600.000

Beras 25 kg(Rp.12.000/kg)

 

Rp.    300.000

Sabun

 

Rp.    150.000

4 susu kaleng

 

Rp.    800.000

Beras

 

Rp. 1.050.000

    Penghasilan bruto per bulan:

 

Rp. 8.900.000

 

 

 

Pengurangan:

 

 

a.      Biaya Jabatan

 

 

5%xRp 8.900.000

Rp.    445.000

 

b.     Iuran pensiun

Rp.    150.000

 

 

 

Rp.    595.000

   Penghasilan neto per bulan:

 

Rp. 8.305.000

   Penghasilan neto setahun:

 

 

   12 x Rp. 8.305.000

 

Rp. 99.660.000

 

 

 

PTKP:

 

 

a.      Untuk WP sendiri

Rp. 54.000.000

 

b.     Tambahan karena menikah

Rp.   4.500.000

 

c.      Tambahan untuk 2 anak

Rp.   9.000.000

 

 

 

Rp. 67.500.000

Penghasilan Kena Pajak :

 

Rp. 32.160.000

 

 

 

PPH Pasal 21 setahun :

 

 

5% x Rp. 32.160.000 =

Rp. 1.608.000

 

 

 

 

PPH Pasal 21 per bulan:

 

 

Rp. 1.608.000 : 12 =

Rp.    134.000

 

 


SOAL 3 (PPH 21 PEGAWAI TETAP- BULANAN)

 Tn. Bisma (TK/ -) adalah karyawan PT. PERTIWI yang mulai bekerja tgl. 1 Agustus 2021. Pembayaran PT. PERTIWI kepada Tn. Bisma baru dilakukan dalam bulan Oktober sbb: Gaji Rp. 8.000.000,- Tunjangan transport 1.200.000,- Premi asuransi kecelakaan 80.000,- Premi asuransi kematian 48.000,- Iuran THT 320.000,- Iuran pensiun 400.000,- Tn. Bisma membayar tanggungan sendiri atas: Iuran THT Rp. 160.000,- Iuran pensiun 200.000,- Diminta: Hitunglah PPh pasal 21 yang harus dipotong.

Jawab :

Gaji perbulan

 

Rp. 8.000.000

 

Tunjangan penambah:

 

 

Tunjangan transport

 

Rp. 1.200.000

Premi Asuransi Kecelakaan

 

Rp.      80.000

Premi Asuransi Kematian

 

Rp.      48.000

    Penghasilan bruto per bulan:

 

Rp. 9.328.000

 

 

 

Pengurangan:

 

 

a.      Biaya Jabatan

 

 

5%xRp 9.328.000

Rp.      466.400

 

b.     Iuran pensiun

Rp.      200.000

 

c.      Iuran  THT

Rp.      160.000

 

 

 

Rp.    826.400

   Penghasilan neto per bulan:

 

Rp. 8.501.600

Penghasilan neto selama 3 bulan

(Oktober-Desember):

 

   3 x Rp. 8.501.600

Rp. 25.504.800

 

Penghasilan neto disetahunkan:

 

 

12/3 x Rp 25.504.800

 

Rp. 102.019.200

 

 

 

PTKP:

 

 

a.      Untuk WP sendiri

Rp. 54.000.000

 

 

 

Rp. 54.000.000

Penghasilan Kena Pajak disetahunkan :

 

Rp. 48.019.200

 

 

 

PPh 21 setahun :

 

 

5% x Rp. 48.019.200 =

Rp. 2.400.960

 

 

 

 

PPh 21 terutang tahun 2021 =

 

 

3/12 x Rp. 2.400.960=

Rp. 600.240

 

 

 

 

Pph 21 sebulan :

 

 

Rp. 600.240 : 1/3 =

Rp. 200.080